Pemkab Kukar Rancang Pembangunan Peternakan Ayam Petelur Berdasar Pemetaan Lokasi SPPG

img

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Rencana pembangunan peternakan ayam petelur di 2026 harus menyesuaikan keuangan daerah dan mempertimbangkan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai titik distribusi utama.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) tengah menyiapkan rencana kebutuhan pembangunan kandang ayam petelur sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kabid Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda Kukar Bagus Eko Sampurno menjelaskan, perencanaan ini menjadi bagian penting untuk memastikan keberlanjutan pasokan telur sebagai salah satu komponen utama pemenuhan gizi masyarakat dalam program MBG.

Untuk itu, penentuan skala pembangunan harus dilakukan secara realistis dan terukur sesuai kondisi fiskal daerah.

Pemkab Kukar tidak ingin memaksakan pembangunan kandang ayam petelur dalam skala besar jika tidak sejalan dengan kemampuan anggaran.

Ia menyebut, perhitungan kebutuhan investasi tengah dilakukan secara rinci, termasuk mempertimbangkan biaya operasional jangka panjang agar tidak membebani keuangan daerah di masa mendatang.

Selain menyesuaikan kemampuan anggaran, penentuan lokasi kandang ayam petelur juga akan mengikuti persebaran SPPG yang menjadi pusat pemrosesan dan distribusi bahan pangan dalam program MBG.

"Kedekatan lokasi pembangunan dengan SPPG sangat menentukan efisiensi logistik dan kualitas telur yang akan disalurkan kepada masyarakat," kata Bagus Eko Sampurno pada Poskotakaltim, di Tenggarong, Selasa (2/12/2025).

Bappeda Kukar bersama perangkat daerah teknis sedang melakukan pemetaan terkait kebutuhan telur di masing-masing wilayah berdasarkan titik SPPG.

Hasil pemetaan inilah yang nantinya menjadi dasar untuk menentukan jumlah kandang yang perlu dibangun serta kapasitas produksinya.

Ia menambahkan, dengan adanya keterpaduan antara lokasi SPPG dan rencana pembangunan kandang ayam petelur, pemerintah dapat menekan biaya distribusi sekaligus mempercepat penyaluran bahan pangan untuk program MBG.

Hal ini penting untuk menjaga kualitas telur tetap baik saat diterima oleh masyarakat penerima manfaat.

Selain dari sisi teknis, koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan untuk menyiapkan aspek pendukung lainnya, seperti ketersediaan pakan, tenaga pengelola, hingga sistem pengawasan kesehatan ternak.

Semua ini dirancang agar operasional kandang ayam petelur berjalan optimal dan mampu memenuhi standar program MBG.

Ia berharap, pembangunan kandang ayam petelur dapat dilaksanakan secara bertahap sesuai prioritas wilayah serta kemampuan anggaran pada tahun 2026. Dengan pendekatan bertahap, Pemkab Kukar dapat memastikan setiap unit kandang yang dibangun benar-benar efektif dan tepat fungsi.

Ia menegaskan, pembangunan kandang ayam petelur tidak hanya sekadar penyediaan sarana, tetapi menjadi bagian penting dari strategi besar Pemkab Kukar dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah.

Penyesuaian dengan keuangan daerah dan persebaran SPPG menjadi kunci utama agar program Makanan Bergizi Gratis berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran. (Adv/riz)